T. Rektorat

KATA PENGANTAR

“Memberi Makna Perubahan IAI Ibrahimy, Genteng dalam Bingkai Sinergitas Siyasatu ad-Dunya,

Khiroshatu ad-Diin dan al-Fikroh al-Falsafy menuju Masyarakat Khoirul Ummah”

 

 

Perubahan/Alih Status Kelembagaan perguruan tinggi agama Islam, bukan hanya mempertimbangkan perluasan kewenangan bidang keilmuan (wider mandate) tetapi juga perluasan pelayanan kepada masyarakat. Dengan kematangan yang telah mencapai umur 30 ini, IAI Ibrahimy, Genteng merasa yakin dan percaya bahwa telah tiba waktunya untuk memperluas ruang garapan pengabdian dan dakwah Islamiyyah serta merumuskan kembali bangunan keilmuannya.

 

IAI Ibrahimy, Genteng sebagai salah satu perguruan tinggi Keagamaan Agama Islam swasta terawal di Banyuwangi, berikhtiar melakukan perubahan baru, yaitu  bertekad bulat untuk meningkatkan statusnya menjadi Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy Genteng. Perpindahan/alih status STAI Ibrahimy Genteng ke IAI Ibrahimy Genteng bukanlah keinginan pragmatis belaka tetapi merupakan peralihan ke arah yang lebih baik dalam rangka mempertahankan keberadaannya sebagai pusat kajian Islam di Jawa Timur bagian Timur. Sekaligus, ditopang dengan niat dan keinginan luhur dalam pembangunan menuju Indonesia Hebat-Bermartabat.

 

Dengan peralihan status dari STAI Ibrahimy, Genteng menjadi IAI Ibrahimy Genteng diharapkan dapat mensinergiskan tiga hal penting yang menjadi semangat zaman. Tiga hal tersebut adalah khiroshatu ad-diin (dalam tradisi ilmu-ilmu agama/Teks), siyasatu dunya (dalam tradisi ilmu pengetahuan modern) dan naqdul falsafy (tradisi kritis filsafat) yang menjadi penyeimbang di antara keduanya. Sinergitas disebut dengan trialektika haraky yang bertujuan untuk mencapai antara 3 hal penting yakni keseimbangan antara kebahagiaan dunia (fi dunya hasanah), kebahagiaan akhirat (fil akhiroti Hasanah) dan keselamatan dari adzab neraka (waqina ‘adzaban naar). Untuk mencapai kebahagiaan dunia membutuhkan ilmu dunia (‘ulumu ad-dunya) yang bersifat positif, untuk mencapai kebahagiaan akhirat membutuhkan ilmu agama (ulumul diin) yang berdasarkan nash dan agar terhindar dari adzab neraka dibutuhkan ilmu filsafat atau ilmu falsafy yang mana mampu merumuskan keselarasan / menyeimbangkan antara kebutuhan dunia dan kebutuhan akhirat.

 

Dalam konsep Trialektika Haraky ini, pemahaman hadis yang berbunyi “barang siapa yang menginginkan dunia maka harus dengan ilmu, barang siapa yang menginginkan akhirat maka harus dengan ilmu; dan barang siapa yang menginginkan kedunya maka juga dengan ilmu” dengan pemahaman yang berbeda. Kata ‘ilmu’ dalam hadis tersebut mempunyai spesifikasi tertentu yakni kata ‘ilmu’ yang pertama adalah ulumuddunya, kata ilmu yang kedua adalah ulumuddin dan kata ‘ilmu’ yang ketiga adalah ilmu falsafy. Trialektika Haraky ini mencoba menghantarkan masyarakat muslim menuju konsep khoirul ummah yakni individu/masyakat yang mampu menyampikan kebaikan dan mencegah kemungkaran.

 

Berdasarkan pemikiran tersebut, tujuan umum peralihan status STAI Ibrahimy ke IAI Ibrahimy Genteng ini terumuskan sebagai berikut:

  1. Mewujudkan komitmen untuk menjadi Perguruan Tinggi Islam yang unggul dan terkemuka di tempat terbitnya matahari pulau Jawa (sun Rise of Java).
  2. Mewujudkan komitmen untuk menjadi Perguruan Tinggi Islam yang terus-menerus mengembangkan diri selaras dengan arah laju pembangunan bangsa menuju Indonesia hebat - bermartabat.
  3. Mewujudkan komitmen untuk menjadi Perguruan Tinggi Islam yang mensinergiskan ajaran, norma dan etika keislaman dan cara pandang global dalam bingkai sinergitas khiroshatu ad-Diin (dalam tradisi ilmu-ilmu agama/Teks), siyasatu dunya (dalam tradisi ilmu pengetahuan modern) dan naqdul falsafy (tradisi kritis filsafat) yang menjadi penyeimbang di antara keduanya.
  4. Mewujudkan komitmen menjadi Perguruan Tinggi Islam yang mendalami dan menekuni ilmu pendidikan Islam, Hukum Islam, ilmu ekonomi – bisnis berbasis syariah, dan dakwah Islamiyyah untuk menegakkan kalimat tauhid di muka bumi.
  5. Mewujudkan komitmen untuk menjadi Perguruan Tinggi Islam yang mempersiapkan alumni handal yang menjadi pendidik yang berkarakter, enterpreur yang berkarakter, bankir berbasis syariah dan pekerja sosial yang peka dengan inovatif.

 

Hal yang patut ditandaskan bahwa Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy, Genteng adalah kampus yang berkedudukan di tempat terbitnya matahari di pulau Jawa (Sun Rise of Java). Jargon ini bukanlah tanpa makna, dengan lokasi tersebut IAI Ibrahimy Genteng berada pada lokasi yang strategis karena menjadi pintu masuk sekaligus pintu keluar keluar bagian timur pulau Jawa. IAI Ibrahimy Genteng sendiri adalah salah satu Perguruan Keagamaan Islam (PTKI) tertua di Kabupaten Banyuwangi yang didirikan kurang lebih 30 tahun atau tepatnya 16 Juni 1984. Di bawah naungan Yayasan Pendidikan Agama Islam Ibrahimy (YASMY), sejak tahun 2015 IAI Ibrahimy secara konsisten mengembangkan tiga cabang keilmuan Islam yakni Tarbiyah, Syariah dan Dakwah.

 

Pada keilmuan Tarbiyah (pendidikan), IAI Ibrahimy, Genteng telah meluluskan alumni-alumni yang memiliki skill mumpuni. Alumni dicetak menjadi sarjana-sajana terampil di bidang pendidikan agama Islam yang mengabdi dan melayani umat sektor pendidikan. Skill tersebut ditunjang dengan beragam kompetensi sehingga alumni menjadi guru-guru terampil dan profesional. Maka, wajar saja apabila alumni banyak diterima sebagai guru-guru pada rumpun materi Pendidikan Agama Islam dan guru agama di sekolah atau madrasah baik negeri/swasta wilayah kabupaten Banyuwangi. Program studi yang telah dibuka adalah Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyyah (PGMI) dan Pendidikan Guru Raudlotul Atfal (PGRA).

 

Keilmuan kedua yang dikembangan oleh civitas akademika STAI Ibrahimy adalah Syariah. Ada dua (2) Program Studi yang dibuka yakni ; (1) al Akhwal al Syakhsyiyyah (AHS) atau dikenal dengan istilah hukum keluarga. Keilmuan ini bermanfaat untuk mengkaji bagaimana perundang-perundangan Islam mengatur masalah keluarga sehingga tercipta keluarga sakinah, wadah wa rohmah. Dengan adanya keluarga yang memegang teguh ajaran agama Islam, maka terciptalah keadaan makmur. Sebab, bagaimanapun keluarga adalah pondasi dari sebuah negara. (2) Hukum Ekonomi Syariah (HES) adalah program studi yang menkaji hal ikhwal perundang-undangan Islam khususnya bisnis berbasis syariah.

 

Keilmuan ketiga adalah dakwah. Program studi Pengembangan Masyarakat Islam dipilih dengan dasar keinginan untuk ikut serta dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat muslim baik di desa maupun di wilayah perkotaan. Pengembangan ilmu-ilmu dakwah harus juga disinergiskan dengan konsep trialektika haraky yang memberi ruang untuk menyeimbangkan antara norma-norma keagamaan, taktik dan strategi pembangunan dan pemberdayaan maupun tradisi kritisis dalam dunia kefilsafatan.

 

Semoga tekad dan keinginan STAI Ibrahimy untuk beralih status menjadi IAI Ibrahimy Genteng yang telah terealisasi pada tahun 2015 ini mampu menambah fakultas keilmuan lainnya dan tentunya dapat memberi lebih banyak manfaat bagi nusa, bangsa untuk mencapai masyarakat khoirul Ummah.

 

 

 

 

 

Genteng, 7 Juni 2015

 

 

Rektor

ttd

 

Drs. H. Kholilur Rahman., M.Pd.I